“Goyang Artis” Pada Kampanye ‘Partai Islam’?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

“Goyang Artis” Pada Kampanye ‘Partai Islam’?

Post  Admin on Sat Apr 04, 2009 5:27 am

Pagi hari ini ketika saya bangun tidur, saya lihat hp saya ternyata ada sebuah sms yang masuk, setelah saya baca ternyata temen saya memberi tahukan sesuatu yang intinya, “Sebuah ‘partai Islam’ ketika kampanye di sebuah daerah dimeriahkan dengan seorang artis yang menggoyang aksi kampanye itu.” Kalau anda ingin lebih tahu persis baca koran hari kemarin tulisnya. Weleh..weleh..apa pula nich pikir saya.

Namun, bagi saya berita itu tidak mengagetkan saya. Karena saya dah pernah membaca di blog, koran, dan juga pernah melihat langsung sekilas di TV ketika ada sebuah ‘partai islam’ kampanye pada pilkada , dengan antusias mereka mendengarkan dan bernyanyi dengan para artis yang memeriahkan dan menggoyang suasana kampanye tersebut. Ndak tahu persis, apakah itu simpatisannya ataukah kadernya, hehehe. Kalau pun itu simpatisan tentunya pada kader menasihati dan melarang, jangan sampai meridhai, dan berikan penjelasan kepada umat Islam, agar mereka tidak su-uzhan dengan partai-partai Islam. Bukankah kita dilarang untuk melakukan sesuatu yang akan menimbulkan su-uzhan dari orang lain dan diperintahkan untuk memberikan pernjelasan? Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah pernah berjalan dengan dua orang istrinya pada malam hari, ketika beliau melewati para shahabatnya, cepat-cepat para shahabat masuk ke dalam rumah mereka, maka Rasulullah dengan lantang berkata, “Wahai para shahabatku ini adalah dua orang istriku.” Para shahabat menjawab, “Iya wahai Rasulullah. Kami tidak su-uzhan dengan Anda.” Rasulullah menimpali, “Tetapi bisa saja setan merusak hati kalian.” Kira-kira demikianlah bunyi hadits tersebut.

Aneh tapi nyata. Inginnya untung eh..malah buntung. Inginnya memperbaiki, eh..sepertinya harus diperbaiki jika ada partai islam yang melakukan hal demikian. Karena saya ndak tahu, kira-kira dalil apa yang mendasari perbuatan tersebut, baik dari Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas untuk melegalkan ‘acara’ seperti itu.

Kalaulah, ada ulama yang berpendapat bahwa nasyid Islami diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu, tapi saya belum pernah mendapatkan seorang ulama yang menghalalkan tarian dan jogetan artis wanita yang diiringi alat-alat musik yang diharamkan apalagi dilakukan di hadapan kaum muslimin dan muslimah. Terus, apalagi jika artis tersebut dalam keadaan ‘tabarruj’. Inilah demokrasi bung! Kita hidup di negeri demokrasi bung! Yang penting hatinya bung! Mungkin itulah komentar mereka.

Karenanya kepada partai-partai Islam jangan kita meniru-niru kebiasaan orang-orang kafir, kemaksiatan tidak akan menjadikan kita menang di dunia ini maupun di akhirat. Kalau memang benar ada partai Islam yang kampanye dengan dimeriahkan para artis yang menggoyang kampanye tersebut sekalipun itu dengan dalil bahwa mereka adalah simpatisan, sudah sebaiknya kita intropeksi bersama, jangan karena itu simpatisan kita, kita tidak menegakkan amar makruf nahi mungkar, karena akan membawa kepada bencana dan kekalahan. Tidak percaya? Tunggu aja! Wallahu Ta’ala ‘Alamu bish Shawab.

Wallahu Ta’ala A’lamu bish Shawab.
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 14
Join date : 04.04.09
Age : 28
Lokasi : Trucuk, Klaten

http://jeka.wen.ru

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik